Pages

Friday, June 2, 2017

Remind Me That Story - 3rd



2017

Kia mulai sibuk menyiapkan bekal, hari senin rasanya akan selalu lebih sibuk.
“Sayang, aku ga bawa bekal ya, ada undangan makan siang” 
“Kamu pulang malam lagikah?”
“Iya, acaranya sampai malam. Kamu pulang cepat ya kasian anak-anak”
“Oke, jangan lupa pesenan aku yaaa..”

Kia mengantar suaminya sampai depan rumah, hari ini banyak banget agenda yang harus dia urus. Termasuk mengantar Arin masuk sekolah dan memandikan Abi. Kia berusaha menyeimbangkan kehidupan karirnya dengan hidupnya sebagai ibu dan juga istri. Dia tipikal yang perfeksionis dalam hal ini.

“Mam, aku mau bekal kue rainbow besok, buatin ya?
“Arin sayang, kenapa ga bilang kemarin pas mami libur?mami takutnya ga sempet belib bahannya ke toko, kita beli aja yang jadi ya?”
“Aku maunya mami yang bikin” Arin merajuk, persis Kia kalo sudah begini
“Oke mami buatin, tapi jangan kue rainbow ya, sebentar mami liat bahan-bahan yang ada..hmm..kue bolu pisang aja gimana?” negosiasi ibu dan anak
“Oke tapi bikin yang banyak, aku mau kasih temen-temen aku”
“Oke deal” Lalu mereka tersenyum

Kia agak terlambat masuk kantor, Abi aga susah dilepas, nambah manja aja bungsunya itu. Kia melihat tumpukan berkas di mejanya, alamat pekerjaannya hari ini menumpuk.

Image result for wanita karir kartun
pic from google


“Aku masukin data yang kemarin, coba kamu cek ya Ki” Bosnya yang baik itu menyapanya (dengan tugas)
“Siap bos, maaf aku terlambat”
“Okay, siang kamu rapat sama Opik ya ke Senayan”
“Oh, rapat lanjutan ya?Kira-kira sampai malam kah bos?”
“tergantung” Kalo jawaban bosnya seperti itu, Kia udah paham, dia akan pulang malam, artinya dia harus hubungi pengasuh anak-anaknya di rumah dan suaminya (yang pasti akan ngomel)

Rapat berlangsung alot, kalo melibatkan banyak instansi sepertinya akan ribet, buktinya udah mau magrib masih aja bertahan di ruangan.
“Kia, aku ga udah ijin bos pulang duluan ya, istri aku mau lahiran” Kata Opik
“Oh, udah waktunya ya pik?okelah gapapa, tingga poin akhir kok sepertinya” Kia tersenyum
“Maaf ya, pulang dijemput suamikah?”
“Ngga aku pakai Gocar aja”
“Okeey makasih yaa Ki”

Dan rapat pun akhirnya selesai setelah magrib. Kia langsung memesan Gocar. Tapi tampaknya keberuntungan belum ada di pihaknya. Aplikasi itu hanya muter-muter ga nemuin pengemudinya. Kia melihat ke luar, hujan deras. Ga mungkin naik ojek hujan begini.
Mungkin sebaiknya aku cari mushola pikir Kia.

Mushola ga jauh dari tempat Kia rapat, di sampingnya ada wanita seusianya juga lalu terlibatlah pembicaraan ringan. Rupanya wanita itu menunggu suaminya menjemput. Dia menawarkan tumpangan karena searah, Kia mengiyakan, rejeki pikirnya.

Begitu mobil itu datang Kia ikut masuk dan terkejut melihat siapa pengemudinya.


“Ozzy?”

No comments:

Post a Comment