Pages

Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

Friday, June 2, 2017

Remind Me That Story - 3rd



2017

Kia mulai sibuk menyiapkan bekal, hari senin rasanya akan selalu lebih sibuk.
“Sayang, aku ga bawa bekal ya, ada undangan makan siang” 
“Kamu pulang malam lagikah?”
“Iya, acaranya sampai malam. Kamu pulang cepat ya kasian anak-anak”
“Oke, jangan lupa pesenan aku yaaa..”

Kia mengantar suaminya sampai depan rumah, hari ini banyak banget agenda yang harus dia urus. Termasuk mengantar Arin masuk sekolah dan memandikan Abi. Kia berusaha menyeimbangkan kehidupan karirnya dengan hidupnya sebagai ibu dan juga istri. Dia tipikal yang perfeksionis dalam hal ini.

“Mam, aku mau bekal kue rainbow besok, buatin ya?
“Arin sayang, kenapa ga bilang kemarin pas mami libur?mami takutnya ga sempet belib bahannya ke toko, kita beli aja yang jadi ya?”
“Aku maunya mami yang bikin” Arin merajuk, persis Kia kalo sudah begini
“Oke mami buatin, tapi jangan kue rainbow ya, sebentar mami liat bahan-bahan yang ada..hmm..kue bolu pisang aja gimana?” negosiasi ibu dan anak
“Oke tapi bikin yang banyak, aku mau kasih temen-temen aku”
“Oke deal” Lalu mereka tersenyum

Kia agak terlambat masuk kantor, Abi aga susah dilepas, nambah manja aja bungsunya itu. Kia melihat tumpukan berkas di mejanya, alamat pekerjaannya hari ini menumpuk.

Image result for wanita karir kartun
pic from google


“Aku masukin data yang kemarin, coba kamu cek ya Ki” Bosnya yang baik itu menyapanya (dengan tugas)
“Siap bos, maaf aku terlambat”
“Okay, siang kamu rapat sama Opik ya ke Senayan”
“Oh, rapat lanjutan ya?Kira-kira sampai malam kah bos?”
“tergantung” Kalo jawaban bosnya seperti itu, Kia udah paham, dia akan pulang malam, artinya dia harus hubungi pengasuh anak-anaknya di rumah dan suaminya (yang pasti akan ngomel)

Rapat berlangsung alot, kalo melibatkan banyak instansi sepertinya akan ribet, buktinya udah mau magrib masih aja bertahan di ruangan.
“Kia, aku ga udah ijin bos pulang duluan ya, istri aku mau lahiran” Kata Opik
“Oh, udah waktunya ya pik?okelah gapapa, tingga poin akhir kok sepertinya” Kia tersenyum
“Maaf ya, pulang dijemput suamikah?”
“Ngga aku pakai Gocar aja”
“Okeey makasih yaa Ki”

Dan rapat pun akhirnya selesai setelah magrib. Kia langsung memesan Gocar. Tapi tampaknya keberuntungan belum ada di pihaknya. Aplikasi itu hanya muter-muter ga nemuin pengemudinya. Kia melihat ke luar, hujan deras. Ga mungkin naik ojek hujan begini.
Mungkin sebaiknya aku cari mushola pikir Kia.

Mushola ga jauh dari tempat Kia rapat, di sampingnya ada wanita seusianya juga lalu terlibatlah pembicaraan ringan. Rupanya wanita itu menunggu suaminya menjemput. Dia menawarkan tumpangan karena searah, Kia mengiyakan, rejeki pikirnya.

Begitu mobil itu datang Kia ikut masuk dan terkejut melihat siapa pengemudinya.


“Ozzy?”

Wednesday, May 31, 2017

Remind Me That Story - 2nd

1999

Kia kesiangan
Padahal ini hari pertama dia masuk SMA
Untungnya pintu pagar belum ditutup, hff..Kia menarik nafas dan tersenyum
Akhirnya dia bisa masuk SMA impiannya sejak dulu

“Hoi, masuk sono, senyum-senyum aja”
Kia tersenyum tambah lebar, selain ini sekolah impiannya, disini juga ada Ardi

Ardi menemani hari-hari Kia sejak SMP, pasangan legendaris kata teman-teman di lingkungan mereka, Kia si ceria yang aktif di OSIS dan Ardi si kalem yang jagoan basket jadi ikon tertentu. Mereka kini satu SMA. Kia yakin sampai kapan pun mereka ga akan terpisahkan,

“Ardiiiii, kenapa ya kita ga pernah sekelas lagi sejak 1 SMP dulu, sebeel” Kia merajuk
“Kamu ga bosen, seharian ama aku?” goda Ardi
“Nggaaaaaa” senyum Kia malu-malu
Ardi mengacak lembut poni Kia
“Tapi aku bosen” katanya sambil melangkah pergi
Kia termenung, walau dia tau Ardi becanda, tapi ada rasa lain dalam hatinya, rasa curiga..

Awal-awal masuk SMA jadi hari-hari penuh kebahagiaan, Kia masih bisa bersama pacarnya, masuk di kelas unggulan karena NEM Kia tinggi, bertemu teman-teman baru, memilih klub ekstrakulikuler impiannya dan berhasil masuk. Paskibra, ternyata disinilah awal mula perselisihan Kia dengan Ardi.

“Apa bagusnya masuk paskibra?Kamu nanti akan sibuk lomba-lomba, tiap senin ribet harus jadi petugas, trus anak paskibra itu waktunya habis buat latihan, panas-panasan, ga cape apa?” Kata Ardi

“Tapi aku mau jadi pengibar bendera, aku suka baris berbaris, kepemimpinan, kamu tau kan aku suka jadi OSIS, nah anak paskibra banyak yang jadi OSIS disini, kalo latihan apa bedanya sama basket?” Kia mendebat, dia kesal Ardi tidak pernah memihak keinginannya, bahkan waktu SMP dia memilih eskul yang berbeda, Ardi tidak suka, akhirnya Kia menurut dan hanya aktif di kesiswaan, tapi tidak kali ini, Kia ingin aktif di eskul, paskibra. Banyak alasan untuknya bertahan.

“Terserahlah..”Akhirnya Ardi mengeluarkan kata saktinya, terserah..Kia pun hanya diam

Hasil gambar untuk couple cartoon
pic from google

Sekali dua kali perdebatan seperti itu wajar, tapi sepertinya Kia dan Ardi menjadikan itu kebiasaan baru sampai akhirnya perdebatan itu menghilang, seiring kebersamaan mereka yang juga memudar, mereka putus tanpa pernah mengucapkan kata putus.

Siang itu Kia baru pulang latihan Paskibra, teman-temannya sudah banyak yang pulang tapi karena giliran Kia membereskan perlengkapan, Kia pun pulang lebih akhir. Untung masih ada Oskar yang menemaninya, ruangan klub paskibra ini letaknya dibelakang, Kia agak horor juga membayangkan harus membereskan semua sendirian.

“Kia, pulang bareng yuk?” Kata Yuda
“Iyalaah, kan searah rumah kita hahaha” Kia tertawa, aneh pikirnya, karena Yuda kadang emang bareng pulangnya, angkot yang mereka tumpangi arahnya sama
“Kia, aku tau kamu masih sama Ardi, tapi aku harus bilang ini” Tiba-tiba Yuda memegang tangan Kia
“Kia, aku sayang kamu”
Kia terdiam. Yuda? Kenapa Yuda? Kia ga paham, Yuda baru kenal Kia 6 bulan,kenapa bisa bilang itu? Kia cuma bisa diam.


Monday, May 29, 2017

Remind Me That Story - 1st

2017

Pagi mendung, sepertinya hujan akan mulai turun, untungnya ini hari libur..
Kia mengintip kamar buah hatinya, Arin dan Abi masih terlelap dengan selimut favoritnya masing-masing, Little pony for Arin and Thomas for Abi (aah Abi masih belum setahun, belum punya kesukaan, Kia yang memilihkannya)

Kia lalu kembali ke kamarnya, meringkuk memeluk suaminya yang juga masih terlelap, pria tercinta yang hampir tujuh tahun ini berada disisinya

Jam tubuhnya sudah terbiasa untuk tidak tidur lagi, pada hari kerja jam segini Kia udah sibuk di dapur, menyiapkan perbekalan suami dan anak-anaknya serta sarapan, tapi hari ini libur, Kia menarik selimutnya lagi dan mulai mengingat beberapa hal dalam “must to do list”nya, ah kenapa semua wanita punya “what to do list” ya pikir Kia, sedangkan para lelaki sepertinya selalu melakukan hal dengan lebih santai, sama seperti pria di sampingnya, saat Kia memintanya membuat prioritas yang akan dilakukan hari libur minggu ini, dia hanya bilang kita lihat nanti..yes, saat itulah benar mungkin istilah “men from mars, women from venus”

Mencoba terlelap tak bisa, Kia membuka laptopnya, sepertinya ada email yang harus dia cek kemarin tapi terlupa
Email dari kolega kantornya, ternyata ngga begitu penting, tapi Kia baru sadar ternyata banyak email yang belum terbaca olehnya, sampai kia menemukan satu email yang dikirim seminggu lalu

Hai Kia,

Lama ya ngga ketemu, kamu apa kabar?
Akhir tahun ada rencana  reuni SMA plus celebrate 15 taunan after graduate , kamu datang ya, waktu dan tempat menyusul, ini proposalnya tolong dibaca, kalau ada ide (aku tau kamu paling banyak ide) kirim kesini ya, oia whatsappmu nomernya gantikah, aq kirim ga bisa, mental terus, apa kamu block?hahaha

Idemu ditunggu,
Fiona

Kia tersenyum, koq dia baru tau mau ada reunian, biasanya dia yang paling aktif soal seperti ini, dulu..sebelum masa “reunian” berakhir paska kuliah selesai, sibuk bekerja, “reunian” pun tak seantusias dulu..
Kia lalu ingat kalau handphonenya masih direparasi, dia manfaatin telepon kantor buat mantau anak-anaknya di rumah, jadi ga masalah tanpa handphone, pikirnya..

Image result for reuni
from : google

Hai Fio,

Alhamdulillah baik, kamu gimana?
Okay nanti aq liat proposalnya, aq sempet denger sih mau ada reuni akbar taun ini, tapi ya seperti biasa Cuma pepesan kosong aq pikir hehehe..thx a lot for arrange fio, semoga taun ini kumpul banyak ya teman2, oia ini no whatsappku 0812*******, im ready for share tapi tunggu hpku selesai reparasi ya, minggu lalu masuk ke mesin cuci hahaha

Lanjut chat nanti ya,
Razkia

Sent


Thursday, September 4, 2014

Bandung : aku, dia dan kamu (part V-the end)



BAB 5
ANOTHER ONE

            Pagi ini aku bangun dengan kepala pusing, pusing bukan karena penyakitan tapi pusing karena kejadian kemaren. Is it real happen to me? Ok, sekarang musti mastiin dulu apa sebenernya yang aku mau, apa ya? Hm..
”Re, baru bangun?” A Adit nongol di kamarku.
”Eh, iya a..” Jawabku pelan.
”Aa keterlaluan ya tadi malem?”
”Ngga apa-apa a, mungkin Reo pantes dapet itu”
”Tapi a tau kamu masih sayang ama Reo, Re”
”Ga tau a, Re bingung...mungkin emang masih ada rasa itu buat Reo, tapi Re takut semua itu malah menjatuhkan Re pada kesalahan yang sama”
”Jujur aja ama hati kamu, a ngga bisa bantu, Cuma kamu yang tau apa yang harus terjadi selanjutnya kan? Kalo butuh bantuan buat jelasin kebohongan tadi malam, a siap”
”Iya a, tapi kok Angga mau sih ikutan?”
”Karena Angga juga mau kamu buat keputusan”
”Maksud aa?”
”Masa kamu ngga ngerti? Angga naksir kamu!”
Aa berlalu gitu aja, ninggalin tanda tanya besar, Angga naksir aku? Sejak kapan dan kenapa? Kita kan baru kenal? Aku harus ngejer aa, buat nanyain hal ini..
”Aa, tunggu!”
”Apa lagi?”
”Sejak kapan dan kenapa? Angga ga bilang apa-apa ma Re? Trus Tasya?”
”Aduh kamu kok nanya berondongan gitu sih? Satu-satu donk..”
”Iya, Re ngga nyangka kalo..”
”A juga ngga nyangka, sahabat aa bisa suka ama anak aneh yang jarang mandi kayak kamu, hahaha..”
”Aa, becanda mulu!!”
”Tunggu aja, dia pasti ngomong ama kamu sebelum kamu pulang”
Aku bengong.
            Teh Sandra mau melahirkan hari ini, kita udah bersiap-siap ke rumah sakit bersalin. Nini paling khawatir, eh ngga deng semua juga khawatir. A Yoga baru aja pulang pas Teh Sandra mengeluh mulas, kebayang kan suasana rumah saat itu? Karena rumah ngga ada yang nungguin, aku terpaksa diam di rumah sampai ua kembali dari rumah sakit dan memberitahuku cucunya udah lahir selamat. Ponakanku itu perempuan, wah pasti ua seneng banget, secara anaknya laki-laki semua kan?
”Re, kalo mau kesana ntar dianter sama Angga” Kata aa, yang baru aja anter ua pulang.
” Loh, kenapa ngga ama aa aja?”
”Aa mau tidur, cape banget”
Aduh,kenapa ama Angga ya? Aku jadi ngga tenang ketemu dia setelah cerita aa.
            Akhirnya aku berangkat ketemu ma ponakanku itu, cucu pertama dari klan ua nining dan juga cicit pertama dari nini. Cantik, mirip ama teh Sandra, idungnya mancung kayak a Yoga. Kata a Yoga dikasih nama Chintya Berliana Dharmawan, artinya Chintya Harta berharga keluarga Dharmawan. Chin, moga kamu jadi anak yang diberkahi Tuhan..
Pulangnya Angga ngajak aku mampir ke cafe rumah sakit,katanya pengen beli minum.
”Mau minum apa?”
”Teh botol aja deh” Angga pesenin minuman, trus dia mulai ngajak ngobrol.
”Kemaren sori ya, aku ikut campur urusan kamu”
”Ga apa-apa, makasih malah..”
”Jadi kamu ma dia?”
”Kita emang udah putus, karena dia nyakitin aku, dia punya pacar lagi”
”Kamu masih sayang ma dia?’
”Ga tau..”
”Aku suka ma kamu, mungkin mulai sayang ma kamu” Angga menatapku, ya ampun ini mimpi ya, Ashton Kutcher nembak aku?
”Aku..”
”Ngga usah jawab sekarang, kita jalanin aja, kalo kamu udah bisa membuka hati lagi, baru kita buat komitmen, itu juga kalo kamu mau”
Sejujurnya aku ngga paham maksud Angga, tapi aku Cuma mengangguk.
Ya Tuhan, aku ini plin-plan banget ya? Aku kan masih sayang Reo, tapi kenapa juga seneng pas tau Angga sayang ma aku?
             Perkataan Angga tadi membuat dilema besar di hati aku. Di saat hati ini tersakiti, ada yang mau menyembuhkannya, tapi bagaimana pun hati ini masih buat Reo. Sesampainya di rumah, Ayah telepon kalo mau jemput aku pulang sekalian jenguk teh Sandra melahirkan. Ngga kerasa udah lama juga aku liburan di Bandung. Sekolah juga udah hampir mulai. Aku dah kelas 3 SMU sekarang, taun depan aku pengen kuliah di Bandung aja. Mungkin aku butuh suasana baru, dan pacar baru? Hihihi..aku ngga tau..
           
            Dan waktu berlalu begitu cepat, aku  sekarang udah hampir lulus SMA dan aku memilih kembali pada Reo, aku sayang dia dan dia juga berubah. Moga-moga ini yang terbaik, perjalanan kami masih panjang.

Bandung : aku, dia dan kamu (part IV)



BAB 4
STUPID DUPID MORON
           
            Hari ini, si monster mau ke bandung, katanya mau nyamperin aku kesini...tapi aku harus cari akal, biar aku ngga harus ketemu dia...Tiba-tiba aa nongol di kamarku.
” Neng, mau ikut ngga? Aa ma Angga mau jalan ke Lembang, temen ada yang ulang taun. Ikut aja yah neng?” A Adit datang serasa memberikan angin segar padaku, he..
”Boleh a? Mau dunk..sapa tau nambah temen baru”
”Atau pacar baru?” A Adit ketawa, dasar...oya, aku belum cerita ma aa kalo Reo mau datang, mungkin sebaiknya ga usah ya, ngapain juga...Reo bukan bagian dari hidup aku lagi kok.  Tapi, kenapa aku mesti ngehindarin dia ya? Ah, udahlah...have fun aja.
“Jam berapa berangkatnya a?”
“ Jam 10, ntar kita jemput angga dulu. Eh, tadi pagi ditanyain nini tuh..”
“Okeh..” Hm, karena lagi ngga sholat, aku bangun sesiang ini, jam 8..aku ke nini deh..
            Nini ngga ada di kamar, Ua udah pada berangkat kerja. Oh, mungkin di kamar teh sandra. Nah, kan bener lagi ngobrol ma teh Sandra. Lucu juga liat teh Sandra yang lagi hamil tua, jadi gendut n bawa2 bayi dalam perutnya yang besar, he...aku juga nanti bakal mengandung kalo udah nikah, hm..nikah ma sapa ya? Hehehe...
”Nini, tadi nyari ya?” sapaku sambil memeluknya manja.
”Eh, neng geulis..iya, dikira Rere sholat, jadi mau dibangunin tadina..”
”Iya, re lagi dapet, palang merah, hehehe...nini dah ga pusing kan?”
”Biasalah, penyakit udah tua, katanya mau jalan-jalan ma Adit?”
”Iya, mau di ajak ke ulang taun temennya. Nini mau ikut?hehe..”
”Ada-ada aja, ntar nini banyak yang naksir lagi,hehe..” Hu, dasar niniku ini, masih genit aja, jangan-jangan bener kata ayah, dulu nini primadona para Holanders ;p
”Hati-hati ya, re..jangan jauh dari Adit” Pesan teh Sandra.
”Beres teh, oya kata dokter berapa lama lagi teh lahirnya? Dah ngga sabar nih, dapet ponakan trus dipanggil auntie Rere,hehe..”
”Kata dokter minggu-minggu ini, tapi belum ada tanda-tanda nih..ntar anak teteh manggilnya bibi Rere aja deh” Canda teh Sandra.
”Idih, ngga mau ah, masa disamain ama bibi-bibi”
”Ya udah sana mandi, sarapan ada di atas meja. Nini mau ngelanjutin cerita nih..”
“Emang cerita apa ni?” Tanyaku penasaran.
“Cerita waktu nini ngelahirin Ua dadang, anak pertama”
“Oh, kirain cerita waktu nini jadi petugas kesehatan di jaman perang,hehe..”
Nini Cuma tersenyum, udah berapa kali nini cerita ttg masa mudanya, mungki beliau kangen masa-masa itu, masa saat ketemu aki...
            Abis mandi segar banget, sarapan juga udah, kayaknya tinggal nunggu a Adit.  Dia masih beresin proposal katanya, A Adit ini ketua OSIS loh, tapi bentar lagi juga lengser, kan udah kelas 3, waktunya nyiapin diri buat Ujian dan tes Kuliah. Ya ampun, taun depan aku udah kuliah juga ya? Pokoknya aku mau kuliah di Bandung.Titik.  Sejam kemudian a Adit ngajakin pergi, jemput Angga dulu. Yuhuu...My Ashton, Wait for me ;p
“Neng, tunggu di mobil aja ya, rumah Angga agak masuk ke dalam soalnya.”
“Oke” Kataku, padahal aku pengen tau rumah Angga.  Ngga berapa lama Angga muncul, tapi ngga Cuma berdua Aa, ada satu orang cewek cantik bersama mereka. Pacar Anggakah? Aduh, gagal nih, ngeceng....
”Maaf ya re, lama nunggunya” Sapa Angga.
”Ngga kok, ga apa-apa. Aku nih yang ikutan kalian, ga apa-apa kan?”
”Seneng malah kamu ikut” Woalah..Angga bilang gitu, senangnya...tapi siapa cewek itu?
”Neng, kenalin ini Tasya, tetangga sekaligus temen deketnya Angga” Hah? Temen deket? Pacar dong? Hua..hiks..hiks..
”Halo,aku Tasya..” Salamnya, aduh kalah saing dah ama dia, cantik banget.
”Oke, siap berangkat?” A Adit udah siap di belakang kemudi, aku duduk di sebelahnya, dan otomatis Tasya dan Angga duduk berdua di jok belakang, hm..tukeran! (Iri ;p)
”Gini neng, temen aa ma Angga yang Ultah, namanya Sari, di undangan disebutin mesti bawa pasangan, ya udah gara-gara kita jomblo, ajak kamu ma tasya deh, hahaha..”
”Huh, Jomblo apaan? Ntar kalo Winda pulang studi dari Yogya, aku bilangin loh!”
”Ye..ngadu, tenang aja neng, kan aa dah bilang, winda mah calon istri, pacar mah boleh dimana-mana ya kan, ngga?” Angga Cuma senyum, aduh gawat..jangan-jangan dia sepaham lagi ma si aa..tapi syukurlah, Tasya berarti bukan pacarnya.  Sesekali aku melirik lewat kaca, mereka kayaknya memang deket banget, becandanya juga udah parah..sama kayak aku ma aa.
....................
            Ultahnya lumayan seru, tapi sayangnya kenapa ngga malem diadainnya, padahal kan seru malem yah..trus lagi kalo aku harus pulang sore gini, jangan-jangan si monster udah dan masih ada di rumah ua, hi...takut..hehehe...
”Kayaknya masih sore nih, kita hang out aja dulu yuk?” Ajak Angga. Wadoh, he is my super hero lah pokoknya, tampan, cute, baik, ngertiin aja suasana hatiku.
“Mau kemana atuh?” tanya aa.
”Gimana kalo maen bowling aja?yuk?” tawaran Tasya bikin aku merinding, bukan apa-apa bowling udah jadi makanan aku shari-hari waktu pacaran ma Reo. Aku jadi inget lagi deh masa-masa  penuh ....ehm...dramatisir, dasar mellow!!!
”oy, pada mau ga?” tanya Angga lagi.
Kita semua mengiyakan.
Acara maen tiba-tiba keganggu ma dering telpon dari si monster.
”Ya, haloo” Sapaku males.
”Re, kamu dimana sih? Aku dah nyampe rumah ua kamu tapi katanya ngga ada, kamu ngindarin aku ya?” Suara Reo kedengeran kesel.
”IYA, emang udah lama nunggu?”
”Jangan gitu donk Re,aku mpe udah ngabisin 3 gelas es jeruk buatan ua kamu nih..”
Ya ampun, berarti udah lama banget yah, soalnya yang aku tau Reo paling engga suka es jeruk, aduh bodoh! Masih ingetaja ma kebiasaan si monster itu!
”Ya udah, bentar lagi aku pulang!” Akhirnya kuputuskan untuk menemuinya. Hmf..semoga masalah bisa cepet selesai, Oh God, help me!!
Aa lagi asyik maen terpaksa aku hentikan, aku bilang Reo mau dateng.
”Apa? Ngga salah denger?”
”Ngga, Reo mau ke rumah aa, mau nemuin aku..”
Akhirnya aku ceritain semua ma aa.
            Sampe rumah aku ketemu lagi ma Reo, jujur ada desir aneh di dadaku saat bertemu dia lagi, dia cowok yang pernah amat aku sayang, mungkin sampai saat ini? Aku ngga tau. Angga ma Tasya juga ikut ke rumah, pas aku bilang jangan, aa malah bilang biar mereka bantuin aku. Ngga ngerti, mungkin maksudnya bantuin nimpuk Reo kalo dia macem-macem ma aku, hehehe..
” Malem Re, A adit..” Sapa Reo begitu liat kita masuk ruang tamu.
A Adit Cuma bilang ”hm” sambil ngajak Angga dan Tasya masuk ke dalam.
”Ya udah, mau ngomongin apa?” Kataku diketusin, padahal rasanya pengen juga meluk dia sambil bilang ”Reo, aku kangen kamu!”, huh! Bodoh! Kok hari ini aku jadi melow ya, nyebelin banget...Tiba-tiba ua dateng sambil bawa minum lagi, mungkin gelas ke empat Reo, hehe..ngebayanginnya aja udah pgn ketawa, kembung ama minuman yang paling dia ngga suka, hehehe..
”Re, ini tamunya dah nunggu dari tadi loh, kasian..”
”Iya ua, ini kan dah ketemu”
”Tadi juga ua temenin ngobrol, tapi ga lama ua lagi sibuk di belakang, punten yah..”
”Nuhun ua, ga apa-apa..”
Reo senyum-senyum, ya ampun dia ngobrol ma Ua?
”Kamu ngomong apa aja ma ua?” tanyaku penuh selidik.
”Bilang kalo aku mau minta maaf ama kamu”
”Aduh Reo, ngga usah bilang gitu knapa sih? Aku ngga mau semua tau tentang masalah kita, bahkan mereka ngga tau kalo kamu itu pacar aku!”
”Wah, berarti aku masih pacar kamu ya?” senyumnya konyol.
”Maksudku dulu...”
”Ngga kali Re, aku Cuma ngobrol biasa aja ma ua kamu, tapi kayaknya ua kamu udah suka ma aku, hehehe..”
Dasar ni anak, bisa-bisanya becanda di saat begini.
”Jadi, kamu mau maafin aku Re, aku...” belum selesai Reo ngomong, muncul A Adit, Tasya dan Angga.
”Re, Pacar kamu mau pulang nih, anterin ke depan ya! A mau mandi!” Kata Aa. Ya ampun, apa maksudnya? Selagi otakku berpikir, tiba-tiba Angga nyamperin aku dan memeluk aku, hmf..apa lagi ini?
”Sayang, aku pulang dulu yah, makasih dah mau nemenin hari ini” Kata Angga, yang kayaknya, hm bukan, PASTI terdengar oleh Reo. Aku bengong, tapi kusempatkan mengantar mereka ke depan, dengan ekoran mata Reo tentunya.
Kembali ke dalam Reo tertunduk, aku tau dalam pikirannya pasti dia bertanya-tanya. Otakku mulai menemukkan jawaban atas sikap aa dan Angga, serta senyuman Tasya, mereka bersekongkol membuat sandiwara untuk membantu aku. Tapi kenapa aku malah jadi takut ini langkah yang salah. Apa yang harus aku jelasin ke Reo?
”Pacar kamu udah pulang?” Nada suara Reo datar.
”Hm, ohh..dia itu..”
”Kamu udah punya pacar lagi, kok ngga bilang?” tanya Reo lagi.
Aku Cuma diem, bingung mau bilang apa. Takut skenario yang dibuat aa gagal, tapi aku juga takut Reo menganggap ku udah beneran punya pacar. Yup! Ternyata aku masih sayang dia, aku pengen kembali pada Reo, si monster yang udah tega mencabik-cabik hati aku, this stupid dupid moron!!!
”Aku menyesal atas sikap aku dulu, Re..tapi aku pengen jujur ma kamu, aku masih sayang kamu, aku masih pengen jalanin hari-hari ama kamu, tapi kalo kamu udah nemuin yang lebih baik dari aku....munkin aku harus ikhlas relain kamu..”
Aku masih diem, sikapku ngga cuek lagi, cenderung lemah. Aku ngga tau mu gimana, tapi mungkin biar saja Reo merasakan sakit hati yang pernah aku rasain. Biar saja, setidaknya untuk beberapa saat.
Reo pamit, dia ngga banyak bicara lagi, hampir sperempat jam kita Cuma diem. Dia bilang besok mau langsung pulang, terakhir dia juga bilang, kalo aku bahagia ma cowok itu (Angga maksudnya, padahal ini Cuma pura-pura), dia rela menjauh dari aku..
Malem ini aku ngga bisa tidur, waktu aa masuk kamar dan menanyakan hasilnya, aku belum bisa ngomong, aku bilang besok aja bicaranya...

Bandung : aku, dia dan kamu (part III)



BAB 3
TRAGEDI HARI SABTU

”Apa???!!”
”Iya a, mobilnya masih di parkiran..ntar re ambil deh, tapi jangan marah ya a..”
”Aduh rere, kok bisa sih..”
”Jangan ribut dong a, ntar ketauan ua..udah aa ajak Angga ke kamar gih, re mau balik lagi ke pasar ambil mobil, aa jangan bilang apa-apa ma Angga, ntar ketauan re mupeng ma dia, ya a?? Tuh sogokannya, silverqueen di tas rere..”
”hm...okelah, tapi cepet ya re, disana rawan tau, sekarang dah ngga kayak dulu, kalo ilang awas loh, tua-tua juga mesinnya oke tuh, trus..”
”Udah deh, aa tenang aja, sana! Bilang ua,re mau beli pulsa dulu, tadi lupa ya..”
            Untung ada silverqueen, aman deh..sogokan tepat buat a Adit, untung ua lagi ngurus taman jadi ngga liat tuh mobil ada ngga, trus untung ada ojek yang anter aku ke pasar lagi, mana udah jam 7, dah terang banget..masih pake piyama..bodo amat lah..
Dimana ya tadi, oya itu dia..sedan tua warna merah aa, cepet ksana, pulang n beres..
Tapi kok susah banget yah ngidupinnya, aduh..jangan bilang mogok..ayo donk, cepet jalan, mana kebelet pup lagi..ya Tuhan, apakah ini teguran karena aku ngeceng cowok cakep, sering nyimpen upil di tempat tidur plus boongin ua..hua...DREEET...BREEET..
Nah, akhirnya jalan juga..lega! Tapi ternyata kelegaan itu Cuma sementara, karena sepersekian detik kemudian aku nabrak dinding parkiran..Aduh!! Gawat!!
Aku keluar mobil, dan aku liat dengan pasti, sedan merah yang tua namun masih mulus ini sekarang bopeng!! Alamak...pusing deh! Gmana harus tanggung jawab ya?
”Neng, kalo mau keluar mah mundur, jangan maju aja, kan depannya dinding” Goda tukang parkirnya. Iya pak, tau..tapi gara-gara susah ngidupin jadi grogi..wuah...stress!!

.........

            Alhasil dateng lagi ke rumah dengan tampang takut-takut gitu. Kamar a Adit tujuan pertama, trus ngaku ma ua....minta ampun! Aduh, malu ketauan deh ma Angga kalo aku tadi sengaja ambil mobil gitu..wuah...kacau!
”Aa, ksini deh.......” Pintaku dari balik pintu.
”Masuk aja re, a lagi tanggung nih.” Sautnya dari dalam.  Aa ma Angga lagi main game, dasar cowok, game aja penting.
“A, sini dong....penting nih!” Rengekku lagi dan aku tau aa yang paling ngga bisa tahan ma rengekan aku bisa aku jadikan senjata (he..ide cemerlang bukan?)
“Apaan sih?” Katanya begitu tiba di depanku. Aku cerita dengan perasaan takut, tapi ternyata aa ngga semarah yang aku duga, dia malah ketawa trus bilang,
“Ya udah ngga apa2, sekalian alesan aa mau ganti warna mobil, kan sekarang ada alesan tuh biar papa mau gantiin cat mobil aa...makasih ya neng”
Gitu katanya sambil ketawa n ngacak2 rambut aku.
“Tapi jangan blg Angga ya?”
”Beres, tapi utang satu silverquin yah?”
”Huh...dasar pemeras!”
            Hm...satu masalah selesai.  Sekarang mandi n ngobrol ma Angga, idih pede banget ya, padahal Angga kan mau maen ma aa (^_^)

.........

            Kamar tidur yang aku pake tuh kamar tidurnya a Deni, kamar a Deni rapih, walau udah lama ditinggalin tapi tetep rapih, iyalah, a Deni mah ngga sebrutal a Adit, he.. Pake baju yang mana ya? Lagi asyik milih baju tiba-tiba hp ku bunyi, sms masuk...
Apa kabar Re? Aku kangen kamu.
Astaga, sms dari monster itu. Reo. Kangen? Iya sih, aku juga kangen ma dia, dah hampir 2 minggu aku ngga ktemu. Tapi masak sih harus luluh lagi? Lagi dan lagi? Cukup!! Reisya Amadea Bilqis, kamu harus tahan, jangan tergoda lagi. Aku cuekin aja ah, lagian hari ini aku mau seneng-seneng ma aa dan Angga. Jalan-jalan di Bandung..
”Re, sarapan yuk?” Ajak ua.
Di meja makan udah lengkap, tinggal nini aja yang masih tidur. Kata ua, nini minta dibangunkan jam 10 aja, ngga ikut makan bareng. Kesehatan nini akhir-akhir ini juga kurang baik, maklum mungkin karena usianya juga yang bertambah tua. Di kampung nini tinggal sendiri, makanya ma ua Nining diajak tinggal bareng di Bandung. Tapi nini masih menolak, kedatangannya kali ini ke Bandung katanya Cuma karena pengen nungguin cicitnya lahir, bukan untuk menetap. Abis maem, aku ke kamar nini, nini masih tertidur..aih, damainya wajah itu. Wajah dari seorang wanita yang telah melahirkan ayah dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang, hasilnya... aku mempunyai ayah yang bijaksana dan sayang keluarga seperti ayahku, ayah terbaik di dunia. Mungkin nini harus lebih banyak istirahat, makanya aku kembali lagi ke ruang keluarga, ngobrol ma ua.  Ternyata ua juga ga marah...mungkin beliau maklum ponakannya belum gape bawa mobil..dan permintaan ganti cat mobil disetujui ama ua, jelas si aa jingkrak-jingkrak kesenengan.  Lagi asyik-asyik ngobrol bareng ua, hp bunyi lagi..telpon..aku beranjak ke kamar, aku hapal betul ringtone ini, ringtone-nya Melly ”Gantung” hah!! Si Monster lagi..Aku emang sebelum aku putus atau tepatnya diputusin, sempet digantung juga..nah lengkap kan penderitaanku dan kekejaman si Reo.  Ngapain juga di telpon...angkat ga yah? Ya deh, aku angkat.
”Hai re..pa kabar?” Suara itu, suara yang selama ini menggetarkan hatiku.....
”Baik, ada apa?” Jawabku sekalem n sejutek mungkin, hehe..
”Aku..mau minta maaf, aku menyesal Re..”
”Maaf untuk?”
”Mutusin n nyakitin kamu..” Hah!! Enak banget! Setelah dengan enaknya dia mutusin aku dan memilih Davina, si model majalah itu. Malez!
”Ga salah? Emang kamu pikir, hati aku ini terbuat dari besi tahan karat ya? Asal kamu tau ya, cinta kamu itu udah berkarat buat aku!”
”Re, maafin aku..aku nyesel banget, ternyata aku ga bisa jauh dari kamu..Re, aku besok mau ke Bandung juga, ke rumah Teh Lala, ketemu yah?Pleaze..”
”Idih, males banget...”
”Ya ampun re, sengganya aku punya kesempatan untuk minta maaf ama kamu, ya?’
”Ngga!”
”Re, kamu tinggal di rumah ua kamu kan? Nanti aku samperin deh kesana”
”Aku ngga ada!!” Klik. Ponsel aku tutup. Ya Tuhan, si Reo mau kesini, apa yang harus aku lakuin? Aku harus menghindar, karena kalo sampai aku ketemu dia...aku...Hm, sebenernya aku masih sayang ma Reo,  pacaran setaun ma dia udah cukup bikin banyak kenangan buat aku.  Pusing!!!!