Pages

Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Thursday, June 28, 2018

Langkahku

Image result for langkah


Setelah beberapa lama
Kau akan mengerti perbedaan tipis 
antara menggandeng tangan dan membelenggu jiwa

Dan kau akan mengerti bahwa cinta 
bukan berarti bersandar
dan teman bukan berarti aman

Maka kau mulai menerima kekalahanmu
sambil mengangkat kepalamu
dan membuka mata
dengan kelapangan dada seorang dewasa
bukan kesedihan seorang anak

Dan kau belajar membangun semua jalanmu
hari ini, karena tanah hari esok tak pasti

Jadi tanamilah kebunmu dan hiasilah jiwamu
jangan menunggu orang lain membawa bunga untukmu

dan kau mengerti bahwa kau bisa bertahan
bahwa kau sebenarnya kuat
dan kau sebenarnya berharga

Tentang Sahabat


Image result for sahabat



Sahabat adalah kebutuhan jiwa
dialah ladang hati yang kau taburi dengan kasih
dan kau panen dengan rasa terima kasih

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu
kau menghampirinya saat hati lapar
dan mencarinya saat butuh kedamaian

Bila ia bicara kau tiada takut membisikkan kata "TIDAK"
pun tiada kau sembunyikan kata "YA"

Bilamana ia diam
hatimu tiada kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya

Kan menerjang badai duka bersama
dan merenguk manisnya anggur suka cita

Karena dalam rangkuman persahabatan
segala pikiran, hasrat dan keinginan terlahir bersama
pun tiada terkirakan

Thursday, January 21, 2010

Cinta yang tak termiliki

Berulang kali kubertanya
Adakah cinta tanpa logika
Bila ada pun rasanya sia-sia
Berkata atas nama cinta
Hanya demi sesuatu
Yang sebenarnya tak pernah ada

Bahasa mungkin hanya sekedar kata
Namun rasa terlalu sukar tuk dibuang percuma
Tak perlu minta maaf atas cinta yang kau bilang tak ada
Untuk apa?
Seribu malam pun mungkin takkan mampu menghapusmu
Tersenyum pun getirnya takkan berpura-pura
Biarkan saja..

Kalo berniat pergi,jangan pernah sapa hati ini lagi
Kalo berniat melupakan,jangan pernah lagi sebut nama ini
Kita hanya mengerti dan merasakan arti kata cinta
Tapi tak pernah tau cinta itu harus bagaimana
Dengan hidup yang cuma sekali
Cinta sebenarnya takkan pernah kita miliki

Rindu yang berdusta

tik tak tuk..
Hujan gerimis mulai datang
Malam kian temaram
Lelah mungkin terasa menyebalkan
Namun entah mengapa
Sikapku hari ini yang menyesakkan

Mencoba bertahan tak menyapa
Namun tetap saja tak bisa
Suara itu seakan menjadi air yang slalu kuminum
Dan menjadi udara yang kuhirup
Ohh..
Mencoba mengalihkan sejenak
Mencari tempat bercanda
Melupakan apa yang tlah ada
Tetap saja tak bisa

Berkaca dan berkata pada sendiri
Lihat mata itu
Mata yang selalu mengharap bayangnya
Lihat bibir itu
Bibir yang selalu tersenyum saat mengingatnya
Ohh..
Merasakan hati yang berpura-pura
Menanggung fakta berselimut dusta

Rasanya tak sanggup lagi
Biarlah dia berkata apa
Biarlah semua tertawa
Aku memang merindunya
Menginginkan dia ada
Bukan hanya suaranya
Tanpa alasan apa-apa

Bimbang

Lututku gemetar
Pikiranku dipenuhi tanda tanya
Hatiku mulai merasa takut
Kapan perasaan ini bermula
Bagaimana aku harus mendengarkan pikiranku
Tanpa menghancurkan hatiku

Berjalan hingga tertatih
Adrenalin semakin mengencang
Karena langkah semakin sulit kutapak
Darimana muara perasaan ini
Yang kian dahsyat menghalangi langkahku

Haruskah aku mengabaikanmu
Atau memberimu waktu
Aku tak dapat berpikir jernih
Hatiku mengendalikan jiwaku

Raga ini sepertinya tak lagi bersua
Hati ini sepertinya memang sedang bimbang
Mengabaikanmu mungkin terlihat mudah
Tapi membiarkanmu hanya akan membuatku
Terdiam tak berlangkah